Potret Usang Mu | Gilman

Potret Usang mu 

Entahlah sudah berapa milyaran detik yang ku lewati sudah tanpa sosokmu
Kehidupan ini sungguh terasa hambar di dalam keramain aku memlih untuk sunyi di dalam kebahagian aku memilih untuk sedih

Aku teringat akan sebuh senyum ringanmu dan guratan cantik wajahmu bahkan masih tergambar jelas dalam imaji ku
Entah sudah berapa malam yang ku kencani bersama rindu hingga terkadang bulan dan bintang menampakan kecemburuanya karena aku selalu merenggut malamnya
Ingin kembali rasanya aku bersahut kata dengan mu meski hanya dalam sebuah mimpi

Aku hanya memandangimu melalui sebuah potret usang mu yang kau beri waktu dulu kepada ku sebagai tanda cintamu agar aku tak lupa akan engkau katamu
Ternyata benar hingga kini kau lah yang selalu menjadi yang terdepan dalam setiap pemikiran ku dalam setiap deretan do'a yang selalu ku panjat dalam setiap hembusan nafas ini

Di sudut paling gelap di suatu malam aku pernah menaburkan kerinduan ku di angkasa sana sembari aku berharap kau melihat lalu merasakanya bahwa aku sedang merindu mu
Terkadang aku bertanya tanya di bagian mana kau tumbuh di hati ini mengapa kau tak lekas layu lalu mati di hati ini dari pada kau tumbuh namun tak bisa ku petik manisya dan hanya memberi rindu yang teramat menyengnyarakan ini

Cirebon, 21 Maret 2017

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Potret Usang Mu | Gilman"

Post a Comment